Memiliki senyum indah dan gigi rapi tentu menjadi dambaan setiap orang tua untuk anaknya. Namun, tidak semua anak tumbuh dengan susunan gigi ideal. Ada yang berjejal, terlalu renggang, bahkan mengalami masalah pertumbuhan rahang.
Salah satu solusi paling sering digunakan untuk memperbaiki susunan gigi adalah pemasangan behel atau kawat gigi. Pertanyaannya, kapan sebenarnya waktu paling tepat untuk memasang behel pada anak?
Mengapa Behel Penting untuk Anak?
Behel bukan hanya sekadar alat untuk mempercantik senyum. Dalam dunia kedokteran gigi, behel berfungsi untuk memperbaiki posisi gigi yang tidak rata, mengatasi gigitan yang salah (maloklusi), serta membantu pertumbuhan rahang agar lebih seimbang.
Bila masalah ini dibiarkan, anak bisa mengalami kesulitan mengunyah, berbicara, bahkan menurunkan rasa percaya diri. Selain itu, susunan gigi berantakan juga lebih sulit untuk dibersihkan.
Sisa makanan menumpuk dapat memicu timbulnya karies (gigi berlubang) dan penyakit gusi. Karena itulah, pemasangan behel sejak usia anak-anak dapat menjadi langkah pencegahan sekaligus perawatan.
Usia Ideal Memasang Behel
Banyak orang tua bertanya-tanya: apakah behel bisa langsung dipasang begitu gigi anak mulai tumbuh? Jawabannya tidak sesederhana itu. Pemasangan behel memerlukan pertimbangan dari dokter gigi spesialis ortodonti.
Umumnya, waktu terbaik untuk mulai mempertimbangkan behel adalah saat anak berusia 7 tahun. Pada usia ini, gigi susu mulai tanggal dan tergantikan dengan gigi permanen. Dokter gigi dapat melihat pola pertumbuhan gigi dan rahang, sehingga lebih mudah memprediksi masalah yang mungkin terjadi pada masa depan.
Namun, pemasangan behel biasanya dilakukan ketika sebagian besar gigi permanen sudah tumbuh, yaitu pada usia 9–14 tahun. Pada rentang usia ini, rahang anak masih dalam fase pertumbuhan sehingga lebih mudah diarahkan dengan perawatan ortodonti. Hasilnya pun cenderung lebih efektif dibandingkan jika dilakukan di usia dewasa.
Tanda-Tanda Anak Membutuhkan Behel
Tidak semua anak harus memakai behel. Ada beberapa tanda yang bisa menjadi pertimbangan orang tua untuk membawa anak ke dokter gigi, di antaranya:
- Gigi berjejal – Gigi terlihat tumpang tindih karena ruang pada rahang terlalu sempit.
- Gigi renggang – Ada jarak lebar antar gigi yang membuat senyum terlihat kurang rapi.
- Gigitan terbalik (crossbite) – Gigi atas justru menutup di belakang gigi bawah.
- Gigitan terbuka (open bite) – Saat mulut tertutup, gigi depan atas dan bawah tidak saling bertemu.
- Kebiasaan buruk – Misalnya sering mengisap jempol atau menggunakan dot terlalu lama, yang bisa mempengaruhi posisi gigi dan rahang.
Jika anak menunjukkan tanda-tanda ini, sebaiknya segera lakukan konsultasi ke dokter gigi. Pemeriksaan sejak dini dapat mencegah masalah semakin parah.
Proses Pemasangan dan Perawatan Behel pada Anak
Sebelum memasang behel, dokter gigi nantinya akan melakukan pemeriksaan menyeluruh. Biasanya dilakukan foto rontgen gigi, pencetakan model gigi, hingga evaluasi pertumbuhan rahang. Setelah itu, dokter akan menentukan jenis behel yang sesuai dengan kebutuhan anak.
Ada beberapa pilihan behel yang bisa dipakai anak, seperti behel konvensional dengan karet warna-warni yang disukai anak-anak, hingga behel transparan lebih estetik. Lama perawatan pun bervariasi, rata-rata antara 1,5 hingga 3 tahun, tergantung tingkat keparahan kasus.
Memasang behel bukan berarti selesai begitu saja. Anak tetap perlu menjaga kebersihan gigi dan mulut agar hasil perawatan maksimal. Beberapa hal penting yang harus diperhatikan, antara lain:
- Menggosok gigi dengan sikat khusus behel setelah makan.
- Mengurangi konsumsi makanan manis dan lengket yang mudah menempel pada kawat.
- Rutin kontrol ke dokter gigi sesuai jadwal, biasanya setiap 4–6 minggu sekali.
- Menggunakan benang gigi atau alat bantu lain untuk membersihkan sela-sela gigi.
Peran orang tua sangat penting dalam mendampingi anak selama masa perawatan ini. Dukungan positif akan membuat anak lebih disiplin dan nyaman menjalani prosesnya.
Kesimpulan
Waktu yang tepat memasang behel pada anak umumnya dimulai sejak usia 9 hingga 14 tahun, ketika gigi permanen sudah tumbuh dan rahang masih dalam fase perkembangan. Namun, pemeriksaan bisa dilakukan sejak usia 7 tahun untuk mendeteksi masalah lebih dini.
Dengan perawatan ortodonti yang tepat, anak bukan hanya mendapatkan senyum indah, tetapi juga kesehatan gigi dan mulut menjadi lebih baik. Bagi orang tua yang masih ragu, konsultasikan kondisi gigi anak ke dokter gigi spesialis ortodonti Opal dental untuk mendapatkan saran terbaik sesuai kebutuhan.